6 Penyebab Salah Mengambil Keputusan yang Harus Dihindari

Tidak ada orang yang ingin salah dalam mengambil keputusan. Untuk membantu Anda lebih berhati-hati, berikut Glints merangkum faktor-faktor yang membuat Anda mengambil keputusan yang buruk.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Ulasan Bisnis Harvard, setiap orang membuat hampir 2000 keputusan per jam. Sebagian besar keputusan tersebut merupakan keputusan kecil atau minor.

Lebih-lebih lagi, OOO mengatakan tidak mudah untuk selalu membuat keputusan yang tepat setiap saat. Beberapa orang merasa lebih sulit untuk membuat keputusan.

Jadi, inilah 6 alasan mengapa Anda membuat keputusan yang salah. Apa pun? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

6 Alasan Membuat Keputusan yang Salah

Tidak hanya membuat Anda memikirkan kembali mengapa Anda membuat keputusan yang salah, itu juga biasanya disertai dengan penyesalan atau perasaan buruk.

Dengan demikian, memahami berbagai faktor penyebab dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik di masa mendatang.

1. jalan pintas mental

Mengutip Very Well Mind, otak manusia punya heuristis atau jalan pintas mental yang memaksa Anda untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Jika Anda selalu harus memikirkan setiap skenario yang mungkin terjadi saat membuat keputusan, Anda akhirnya tidak membuat keputusan.

Salah satu alasan mengapa Anda masih salah dalam mengambil keputusan adalah karena itu heuristis atau jalan pintas mental terlalu sibuk berpikir.

REKOMENDASI  Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya

Momen satu pukulan heuristis sudah terlalu sibuk offset yang mengikat.

Artinya, seseorang membuat keputusan hanya berdasarkan informasi atau pengalaman pertama.

Meskipun mungkin saja situasi saat ini telah berubah dan pengalaman tersebut tidak lagi relevan.

2. Perbandingan yang buruk

Perbandingan adalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan ketika membuat keputusan.

Misalnya ketika Anda mengetahui berapa harga cincin emas di toko A, maka Anda akan membandingkan harga cincin emas dengan toko lain.

Namun, perbandingan yang buruk juga menjadi alasan mengapa Anda membuat keputusan yang salah.

Ini bisa terjadi jika Anda membandingkan dua hal yang tidak sama atau setara, sehingga perbandingan menjadi bias.

Untuk menghindarinya, Anda harus tetap menggunakan logika dan opsi lain, yang terkadang bahkan lebih baik.

3. Kecenderungan bersikap optimis

Setiap orang pada dasarnya optimis. Namun, optimisme seringkali membuat Anda membuat keputusan yang buruk.

Ketika orang mempercayai informasi, mereka cenderung mengabaikan informasi baru yang terkait dengan informasi tersebut.

Misalnya, Anda menganggap bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas akibat kantuk hanya 5%.

Kemudian Anda akan menemukan data lain yang menyebutkan bahwa tingkat bahayanya mencapai 15%. Nah, karena kecenderungan optimisme ini, Anda akan mengabaikan fakta baru dan tetap berpegang pada keyakinan awal Anda.

Alhasil, optimisme inilah yang membuat orang percaya bahwa hal buruk bisa terjadi pada orang lain, tapi tidak pada mereka.

REKOMENDASI  Mengenal Vision Board: Definisi hingga Cara Membuatnya

Optimisme cenderung berarti bahwa Anda terlalu percaya diri kemampuan dan keberuntungan, sehingga Anda selalu yakin bahwa keputusan Anda adalah keputusan yang tepat.

4. multitasking

multitasking hal tersebut kini sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang, khususnya di dunia kerja.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Harvard Business Review, multitasking tepat juga menurunkan kinerja efisiensi pengambilan keputusan untuk beberapa.

Kemampuan seseorang untuk membuat keputusan yang tepat saat berada multitasking dikurangi menjadi 40%.

Itu sebabnya Anda harus fokus jika ingin membuat keputusan penting.

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang multitasking? Cari tahu lebih lanjut di bawah ini!

BACA ARTIKEL

5. kelumpuhan analisis

Perkembangan teknologi semakin memudahkan banyak orang untuk mengakses informasi. Dengan kemudahan ini, jumlah informasi yang Anda terima tidak terbatas.

Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan, semakin banyak faktor yang akan diperhitungkan saat membuat keputusan.

Jumlah informasi ini tidak akan memaksa Anda untuk mengambil keputusan yang tepat, tetapi sebaliknya dapat menjadi faktor penyebab kesalahan.

Jadi ketika ingin mengambil keputusan, jangan terlalu banyak mencari informasi. Alih-alih, fokuslah pada informasi yang Anda butuhkan dan tinjau dengan benar.

6. Keadaan emosional

Keadaan emosional seseorang juga mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Keadaan emosional, terutama saat Anda sedang marah dan bahagia, adalah faktor utama yang menyebabkan Anda mengambil keputusan yang buruk.

REKOMENDASI  14 Cara Isi Gopay Pakai OVO yang Mudah dan Simple

Misalnya, Anda mengirim email ke rekan kerja saat Anda sedang marah dan kesal.

Kekesalan itu akan tertuang dalam kata-kata atau pesan yang ingin Anda sampaikan.

Saat membuat keputusan, Anda harus lebih memperhatikan keadaan emosional.

Memiliki kontrol diri Kebaikan akan mencegah Anda membuat keputusan yang salah.

Untuk lebih memahami keadaan emosi Anda, bacalah artikel tentang kecerdasan emosional dengan mengklik tombol di bawah ini!

BACA ARTIKEL

Ini adalah berbagai alasan mengapa Anda masih membuat keputusan yang salah.

Keputusan yang Anda buat akan mempengaruhi banyak hal seperti pekerjaan, karir, hingga kepuasan Anda sendiri.

Suka atau tidak suka, Anda pasti pernah dan mungkin sekali lagi membuat keputusan yang salah.

Namun, setidaknya dengan mengetahui faktor-faktor penyebab di atas, saya harap Anda mengambil keputusan yang lebih baik, ya?

Oleh karena itu, pelajari lebih lanjut tentang proses pengambilan keputusan dari artikel Glints. Ayo, klik disini menemukan artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *