6 Tips Menyusun CV Content Marketing yang Dilirik Rekruter

CV adalah dokumen yang perlu disiapkan sebelum Anda ingin melamar sebagai pemasaran konten.

Di era teknologi ini, pemasaran konten telah menjadi salah satu profesi yang populer dan memiliki banyak peminat.

Dengan demikian, Anda mungkin menghadapi persaingan yang cukup ketat saat melamar posisi ini.

Nah, untungnya Anda tidak perlu terlalu khawatir karena Glints akan memberikan tips agar resume Anda terlihat lebih baik dan bersaing dengan kandidat lainnya.

Yuk, langsung saja simak 6 tips dari Glints berikut ini!

Tips Menulis Resume Pemasaran Konten

1. Masukkan informasi pribadi lengkap

Saat menulis resume, bagian teratas adalah untuk memperkenalkan diri. Di sini Anda harus menuliskan dengan jelas nama lengkap, kota tempat tinggal, nomor telepon, alamat email dan koneksi portofolio, jika ada.

Pastikan nomor telepon dan alamat email Anda aktif karena perekrut akan menghubungi Anda melalui kontak tersebut.

Setelah bagian ini, Anda juga harus menulis paragraf pendek. Bagian ini biasanya disebut sebagai deskripsi diri singkat atau resume ringkasan dalam bahasa Inggris.

Isi deskripsi diri singkat ini bisa berupa: gairah-Anda, pengalaman kerja Anda sebelumnya dan prestasi masa lalu.

REKOMENDASI  Tugas, Kualifikasi, dan Kompetensi yang Dibutuhkan

Dengan informasi ini, perekrut akan belajar lebih banyak tentang siapa Anda dan bagaimana Anda dapat berkontribusi pada perusahaan.

2. Masukkan pengalaman dengan benar

Pengalaman dan keterampilan adalah inti terpenting dari resume pemasaran konten. Biasanya perekrut langsung fokus pada bagian ini setelah melihat informasi Anda.

Karena ini adalah bagian yang penting, pengalaman menulis tidak boleh dianggap enteng, jadi Anda bisa melakukannya dengan santai.

Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan teknik seperti rumus XYZ untuk menggambarkan tanggung jawab dari pengalaman kerja Anda sebelumnya.

Dengan metode ini, Anda dapat menjelaskan poin demi poin, misalnya pekerjaan apa yang sedang dilakukan, tujuan atau indikator apa yang ingin dicapai, dan bagaimana Anda mencapainya.

Misalnya, Anda dapat menulis deskripsi pengalaman seperti “Ditingkatkan rasio klik-tayang Surel buletin 20% dengan membuat tema dan tema email yang menarik dan populer.

3. Jangan lupa menulis keterampilan

Anda juga harus ingat untuk menulis keterampilan apa yang Anda kendalikan.

Nah, untuk memudahkan para perekrut membaca. Anda dapat berbagi keterampilan menjadi beberapa bagian seperti kemampuan baik, keterampilan lunakDAN peralatan.

Menurut EnhanCV suka pemasaran konten, Anda bisa daftar kemampuan baik yang terletak sesuai permintaan menyukai:

  • Google Analytics
  • CMS (WordPress, Wix)
  • penulisan konten
  • copywriting
  • SEO

Selain itu, Anda juga bisa login keterampilan lunak menyukai:

  • berpikir kreatif
  • penyelesaian masalah
  • berpikir kritis
  • Manajemen waktu
  • Komunikasi yang efektif
REKOMENDASI  Jobdesc, Kualifikasi, dan Skill yang Dibutuhkan

4. Gunakan gaya bahasa yang benar

Resume yang rapi dan profesional adalah resume dengan gaya penulisan yang rapi dan bahasa yang santun.

Dengan demikian, gaya bahasa yang harus Anda gunakan sama seperti saat menulis surat atau dokumen resmi. Oleh karena itu, jangan gunakan kata-kata slang atau kata-kata yang sulit dipahami oleh perekrut.

Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, jangan biarkan resume Anda pemasaran konten– Anda terlihat tidak sopan karena akan mempengaruhi keputusan perekrut untuk menerima Anda.

Untuk membantu Anda memeriksa gaya bahasa Anda, Anda dapat menggunakan alat seperti KBBI atau Grammarly.

5. Jangan berbohong

Jika Anda berbohong pada resume Anda atau dokumen lamaran lainnya, ada kemungkinan besar perekrut akan mengetahuinya.

Zeti menjelaskan bahwa perekrut dapat memverifikasi kebenaran informasi di resume Anda dengan menghubungi HRD perusahaan Anda sebelumnya atau universitas Anda. Mereka juga bisa uji teknis untuk melihat kemampuanmu yang sebenarnya.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah mencatat pengalaman atau pencapaian Anda tanpa menambah atau mengubah informasi.

6. Periksa kembali resume Anda

Untuk menghindari kesalahan pengejaan atau informasi, cobalah untuk mengoreksi kembali resume Anda setelah Anda selesai menulisnya.

Anda tentunya tidak ingin perekrut menganggap Anda ceroboh dan tidak profesional hanya karena kesalahan kecil seperti surat, bukan?

Nah, untuk memudahkan Anda, Anda juga bisa meminta teman dekat atau anggota keluarga untuk meninjau dan membaca resume Anda juga.

REKOMENDASI  5 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Dilirik HRD, Pasti DIterima!

Mungkin mereka akan dapat memperhatikan detail kecil yang tidak Anda perhatikan sebelumnya.

Nah, untuk memudahkan Anda menulis resume, Glints punya template Ringkasan ATS-ramah yang dapat Anda gunakan.

Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk membuat resume dari awal.

Tidak hanya templateAnda juga akan menerima panduan persiapan resume ATS lengkap.

Yuk, simak panduannya di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *