Analis Kesehatan: Tugas, Kualifikasi, dan Skill Pentingnya

Analis medis adalah profesi yang mungkin jarang didengar oleh masyarakat umum.

Namun ternyata mereka berperan penting dalam perkembangan bisnis institusi medis.

Tugas dan kualifikasi apa yang dibutuhkan?

Yuk, simak penjelasan Glint di bawah ini!

Definisi analis kesehatan

Kutipan dari Better Team, analis kesehatan atau analis medis adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi data medis untuk meningkatkan aspek bisnis rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Rumah sakit dan institusi medis, seperti halnya perusahaan, juga perlu mengukur kinerja bisnisnya.

Namun, peran analis kesehatan sedikit berbeda dengan analis data pada umumnya.

Menganalisis data fasilitas kesehatan membutuhkan pengetahuan atau pengalaman khusus dalam manajemen kesehatan.

Beberapa tugas utamanya adalah menyiapkan laporan, membuat proses pencatatan dan menganalisis data dari berbagai sumber.

Deskripsi Pekerjaan Analis Kesehatan

Apa tugas dan tanggung jawab secara umum?

Menurut Tim Lebih Baik, deskripsi lowongan analis kesehatan antara lain sebagai berikut.

  • Mengembangkan dan menerapkan prosedur akuntansi yang efektif.
  • Siapkan laporan yang akurat tentang tren terbaru dalam layanan pelanggan, penagihan, dan perkiraan biaya.
  • Jelajahi dan evaluasi data dari berbagai sumber untuk mengungkap perbedaan dan pola.
  • Mempresentasikan dan menjelaskan laporan status kepada manajemen.
  • Merekomendasikan cara untuk meningkatkan kualitas perawatan medis dan meminimalkan biaya.
  • Bekerja dengan manajemen dan departemen internal lainnya untuk menerapkan dan mengevaluasi perubahan.
  • Lakukan kunjungan lapangan secara teratur untuk menilai operasi dan biaya platform kesehatan.
  • Mempersiapkan dan mengatur pedoman kebijakan, dengar pendapat publik, presentasi dan petisi.

Kualifikasi Analis Kesehatan

Jika Anda ingin berkarir sebagai analis kesehatan, berikut adalah kualifikasi yang perlu Anda persiapkan.

1. Pendidikan

Sebagai aturan umum, analis kesehatan harus memiliki latar belakang sistem informasi, statistik, Ilmu data, kesehatan masyarakat, manajemen kesehatan dan bidang terkait lainnya.

Bagi Anda yang tidak berada di jurusan tersebut, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Masih ada peluang untuk menjadi analis kesehatan jika Anda memilikinya. keterampilan Diinginkan dan pengalaman kerja sebelumnya di lapangan.

2. Sertifikasi

Kualifikasi selanjutnya untuk menjadi analis kesehatan adalah sertifikasi.

Menurut laporan Master Kesehatan Masyarakat, ada beberapa sertifikasi yang dapat memvalidasi kemampuan analitik data Anda di sektor kesehatan.

Sertifikasi ini adalah Certified Data Health Analyst (CDHA), Spesialis Informasi Kesehatan Terdaftar (RHIT), atau Administrator Informasi Kesehatan Terdaftar (RHIA).

Meskipun tidak diharuskan, sangat disarankan agar calon ujian sertifikasi memiliki pengalaman kerja sebelum melanjutkan sertifikasi.

Sertifikasi ini akan sangat membantu membedakan Anda dari kandidat lainnya.

Memiliki sertifikat berarti pengetahuan dan keterampilan Anda dalam analisis data kesehatan memenuhi standar tertentu.

3. Pengalaman

Untuk posisi Tingkat pertama analis kesehatan, biasanya perekrut mencari kandidat yang sebelumnya telah menyelesaikan magang atau memiliki pengalaman di institusi medis.

Pengalaman ini setidaknya akan meyakinkan mereka bahwa Anda sudah familiar dengan bidang manajemen atau analisis kesehatan.

keterampilan analis kesehatan

Selain kualifikasi, tentunya ada keterampilan khusus yang juga perlu diasah. Yuk, lihat selengkapnya.

1. Bahasa pemrograman

keterampilan Teknik pertama yang sangat penting bagi analis medis adalah pengetahuan tentang beberapa bahasa pemrograman.

Dari sekian banyak jenis bahasa pemrograman, Anda tidak perlu menguasai semuanya.

Menurut laporan Health Catalyst, salah satu bahasa pemrograman yang harus dikuasai adalah SQL.

2. data simulasi

Kemampuan data simulasi memudahkan Anda dalam mendesain kode untuk membuat aliran atau proses di fasilitas kesehatan.

Salah satu contohnya adalah pembuatan database pasien.

Mulai dari data pribadi, asuransi, riwayat kesehatan dan elemen lainnya.

3. Analisis data

Ada banyak set data di fasilitas medis atau rumah sakit.

Namun, tidak semua data ini penting untuk perbaikan sistem di masa mendatang.

Sebagai seorang analis, Anda harus memilikinya keterampilan adalah menyaring, mengolah dan menganalisanya menjadi informasi penting untuk pihak terkait.

keterampilan itu juga mencakup kemampuan visualisasi data untuk membuatnya lebih mudah dicerna bagi mereka yang membutuhkan data.

4. Ekspor, konversi, dan unduh

Dikutip dari Health Catalyst, keterampilan ini biasa disingkat ETL, yang berarti kemampuan untuk menarik data dari satu sistem dan kemudian mentransfernya ke sistem lain.

Misalnya, fasilitas kesehatan memiliki sistem kepuasan pasien, riwayat medis, dan manajemen biaya.

Jadi, Anda harus tahu cara mengekstrak dan memindahkan data sesuai dengan analisis data atau kebutuhan pemrosesan Anda.

5. Pelaporan intelijen bisnis

Tidak semua pihak terkait memiliki latar belakang teknis, sehingga beberapa data mungkin sulit dipahami.

Tugas seorang analis medis adalah mengolah dan menyajikan hasil analisis data dengan cara yang mudah dipahami oleh orang awam.

Lebih dari sekadar kemampuan visualisasi data, pelaporan intelijen bisnis menuntut Anda sendirian penerjemah.

Dengan demikian, Anda harus bisa mengomunikasikan hasil analisis data sesuai target audiens yang berbeda.

6. Keterampilan interpersonal

keterampilan Hal berikutnya yang harus dimiliki seorang analis medis adalah keterampilan interpersonal.

keterampilan lunak itu akan membantu Anda berinteraksi dan berkomunikasi dengan banyak pihak yang terlibat dalam proses analisis data.

Selain tim Anda sendiri, Anda pasti akan berkolaborasi dengan tim atau departemen lain saat menganalisis data.

7. Keterampilan presentasi

Sebagai aturan, hasil analisis data disajikan tidak hanya secara tertulis, tetapi juga sebelumnya pihak terkait terhubung.

Sebagai analis medis, Anda harus memiliki keterampilan presentasi yang baik agar audiens Anda tidak menarik kesimpulan yang ambigu dari analisis data yang ada.

Selain itu, Anda juga harus bisa menjaga pertunangan dengan audiens selama presentasi dan berkomunikasi secara persuasif sehingga rekomendasi tim dapat diambil oleh pengambil keputusan.

Pada dasarnya, analis medis adalah profesi yang sangat mirip dengan analitik data, tetapi membutuhkan pengetahuan mendalam tentang manajemen layanan kesehatan.

Tertarik membaca artikel lain yang membahas berbagai profesi lainnya? Yuk, kunjungi blog Glints sekarang!

Ada banyak pembahasan mengenai prospek karir di berbagai bidang yang bisa Anda akses secara gratis.

Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan lebih banyak rekomendasi, terutama jika Anda menjelajahi pilihan karir yang berbeda.

Tertarik? Ayo tekan koneksi sekarang untuk menemukan kumpulan artikel!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *