10 Kebiasaan Buruk Mengatur Keuangan yang Tak Kamu Sadari, Bahaya!

Apabila kamu masih melakukan kebiasaan buruk dalam mengatur keuangan, demi kondisi finansial yang lebih sehat, maka inilah saatnya kamu menghentikannya.

 

Summary:

  • Kesehatan keuangan seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh perilakunya terhadap uang.
  • Untuk menghindari kebiasaan buruk terhadap uang, bisa dimulai dari memperbaiki pola pikir dan menambah literasi finansial.

 

10 Kebiasaan Buruk Mengatur Keuangan 

Saat ini, mayoritas orang terlalu fokus mencari cara untuk menghasilkan banyak uang. Sampai-sampai mengabaikan kebiasaan sehari-hari yang berdampak pada kesehatan finansial.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang bisa membuat kondisi keuanganmu terpuruk. Sebelum terlambat, sebaiknya kamu mengubah kebiasaan-kebiasaan berikut dari sekarang.

REKOMENDASI  Investasi Reksa Dana Dollar Cost Averaging, Menguntungkan?

 

#1 Hidup dari Gaji ke Gaji 

Kalangan muda usia produktif cenderung merasa puas apabila sudah memiliki uang untuk membayar sewa tempat tinggal serta membeli makanan dan minuman sehari-hari.

Pada akhirnya, gaji hanya lewat begitu saja dan tidak ada tabungan sama sekali. Padahal, memiliki tabungan diperlukan untuk keadaan darurat di kemudian hari.

 

#2 Menabung Hanya dari Uang Sisa 

Saat menerima gaji, kebiasaan banyak orang adalah membelanjakannya kemudian baru menabung sisanya. Secara tidak sadar uangnya malah tidak bersisa sama sekali. Jangan sampai terbalik, ya.

Di awal gajian, segera sisihkan sebagian untuk ditabung dan gunakan sisanya untuk membayar tagihan. Baru setelah itu kamu bisa habiskan untuk belanja kebutuhanmu.

[Baca Juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Keuangan, Jangan Anggap Sepele!]

 

#3 Menimbun Uang di Tabungan 

Ketika sudah menyisihkan penghasilan untuk ditabung, biasanya uang dibiarkan terlalu banyak terparkir di rekening tabungan.

Dengan begitu, bukannya kekayaan kamu bertambah, malah jadi tergerus inflasi. Jika ingin uangmu bertumbuh, kamu juga perlu berinvestasi.

 

#4 Menunggu Banyak Uang Sebelum Mulai Investasi 

Banyak yang belum berinvestasi dengan alasan modalnya belum cukup. Padahal investasi tidak perlu modal besar. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk menyisihkan.

Kamu bisa mulai dengan investasi ke produk reksa dana yang dikelola manajer investasi. Dengan modal Rp100 ribu saja kamu sudah punya portofolio aset yang terdiversifikasi.

REKOMENDASI  Mulai dari Awal: Membangun Fondasi Keuangan bagi Single Parent

 

#5 Investasi karena Iming-Iming Keuntungan Besar 

Kamu pasti mengharapkan keuntungan dari investasi. Tapi yang sering luput adalah kamu mengabaikan risiko berinvestasi.

Keuntungan besar pasti risikonya juga sama besar. Agar terhindar dari investasi yang merugikan, riset terlebih dahulu investasi yang cocok untuk kamu.

Kamu juga bisa minta bantuan Perencana Keuangan HOOQ.ID untuk me-review keuangan kamu sehingga kamu bisa tahu investasi apa yang cocok.

Yuk, konsultasikan sekarang juga karena ada promo free Konsultasi Keuangan selama 20 menit (setara harga Rp250.000). Klik banner untuk booking jadwalnya sekarang sebelum kuota penuh!

 

#6 Menganggap Remeh Asuransi 

Kebanyakan orang belum sadar pentingnya asuransi bagi kesehatan keuangan. Faktanya, asuransi bisa jadi penyelamat di masa depan.

Jika terjadi risiko, kerugian akan menjadi tanggung jawab pihak asuransi. Sehingga, dana untuk kebutuhan lainnya menjadi lebih aman. 

 

#7 Gaya Hidup Tinggi Tidak Sesuai Pendapatan 

Di era media sosial saat ini, banyak orang yang terlihat kaya namun ternyata tidak sejahtera. Hal ini karena seluruh uangnya dibelikan barang-barang mewah untuk memenuhi gengsi sehingga utangnya menumpuk.

Lebih baik terlihat sederhana saja namun dana darurat cukup dan aset kamu jauh lebih besar dibanding utang.

[Baca Juga: 5 Perilaku Mengelola Keuangan yang Sehat, Bikin Hidup Lebih Stabil!]

 

#8 Selalu Menaikkan Gaya Hidup 

Ketika gaji meningkat, biasanya timbul godaan untuk meningkatkan gaya hidup juga. Inflasi gaya hidup sah-sah saja.

REKOMENDASI  6 Katering Buka Puasa di Surabaya yang Praktis dan Terjangkau

Kamu tentu ingin menikmati hasil kerja kerasmu. Namun kenaikan gaya hidup juga harus diimbangi dengan kenaikan porsi investasinya.

Nah, video ini bisa kamu tonton dan ikuti sehingga kamu bisa penuhi gaya hidup atau cuma sekadar self reward dari investasi.

 

 

#9 Belanja Impulsif Menggunakan Kartu Kredit 

Bisa jadi kamu sering membelanjakan uang tanpa pertimbangan dengan dalih self-reward. Ujung-ujungnya muncul tagihan kartu kredit yang harus dibayar untuk hal-hal tidak penting.

Masalah bertambah apabila kamu hanya mampu melakukan pembayaran minimum. Lama-lama kamu bisa terjebak lingkaran utang.

 

#10 Mengambil Pinjaman Online 

Pinjaman online adalah jalan pintas untuk mendapatkan uang hanya dengan bermodalkan kartu identitas. Perlu diketahui bahwa pinjaman online mengenakan bunga yang sangat tinggi.

Belum lagi kamu harus menahan malu apabila terjadi ancaman penagihan melalui kerabat. Bahkan kamu bisa kehilangan pekerjaan juga karena hal ini, lho.

 

Apa Dampaknya bagi Kondisi Keuangan? 

Mungkin kamu pernah mendengar banyak orang-orang berpendidikan menjadi korban investasi bodong. Ada juga karyawan berpenghasilan tetap yang terjerat pinjaman online atau tagihan kartu kredit pengusaha kaya yang menggunung. 

Bisa dikatakan kondisi keuangan seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh perilakunya terhadap uang. Bukan karena tingkat pendidikan maupun kondisi sosialnya.

Latar belakang pendidikan finansial bahkan tidak bisa menjamin seseorang mampu mengelola keuangan jika masih memiliki gaya hidup yang boros.  

Apabila kamu masih melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas, artinya kamu belum mampu menjaga kestabilan keuangan pribadi.

Jika hal ini terjadi terus menerus, bukan tidak mungkin nantinya kamu akan mengalami krisis keuangan.

Krisis keuangan akan mengakibatkan ketidakmampuan kamu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan dampak yang terparah adalah meningkatnya peluang terjadinya gangguan mental.

kebiasaan buruk mengatur keuangan 1

Ilustrasi Mengatur Keuangan. Sumber: istockphoto/Tongpool Piasupun

 

Cara Menghindari Kebiasaan Buruk Soal Keuangan 

Agar tidak terkena dampak negatif akibat pengelolaan uang yang buruk, simak cara-cara berikut agar kamu bisa menghentikan kebiasaan tersebut.

 

#1 Mengubah Pola Pikir

Lingkungan dapat memicu pikiran dan keinginan tertentu. Alangkah baiknya kamu mulai menyaring jejaring pertemanan kamu.

Kamu harus berada di lingkungan yang bisa memberikan hal-hal positif bagi perkembangan pengelolaan keuangan pribadimu.

 

#2 Memperkaya Wawasan Dengan Literasi Keuangan 

Banyak sekali bahan literasi keuangan yang informatif, mudah diikuti, dan gratis.

Kamu bisa mulai berkomitmen menonton video-video yang meningkatkan literasi keuangan, mengikuti akun-akun media sosial para perencana keuangan, atau banyak membaca buku dan mengikuti webinar. 

Sebagai permulaan, kamu bisa membaca ebook gratis di Perpustakaan HOOQ.ID.

 

#3 Mengatur Anggaran Keuangan Secara Konsisten

Selanjutnya, kamu juga harus fokus untuk mengelola pengeluaran. Kamu bisa mulai dengan mencatat semua detail pengeluaran dan menyusun anggaran bulanan.

Lakukan secara konsisten sampai menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini nanti akan membantu kamu menggunakan uang dengan bijak. 

 

#4 Memberi Reward Secukupnya untuk Diri Sendiri 

Tidak ada yang salah dengan memberikan reward bagi diri sendiri dengan mengeluarkan uang untuk memenuhi keinginan tertentu. Asalkan dilakukan dalam batas wajar dan tidak terlalu berlebihan.

Kamu bisa melakukannya setiap kali berhasil mengubah satu kebiasaan buruk sebagai motivasi untuk mengubah kebiasaan buruk lainnya.

[Baca Juga: 3 Cara Jitu Wujudkan Resolusi Keuangan Tahun 2024, Anti Gagal!]

 

#5 Meminta Bantuan dari Profesional

Jika kamu belum bisa menghentikan kebiasaan burukmu dalam mengelola uang, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional.

Dengan berkonsultasi bersama orang yang lebih kompeten dan berpengalaman, tentu kamu akan mendapat bimbingan dan saran untuk mengubah perilaku keuanganmu ke arah yang lebih baik.

Kamu bisa berkonsultasi dengan saya atau Perencana Keuangan HOOQ.ID lainnya untuk membantu kamu mendapat solusi atas permasalahan keuangan.

Yuk, buat janji temu sekarang juga dengan menghubungi WhatsApp di nomor 0851 5866 2940.

 

Disclaimer:  HOOQ.ID adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.  

HOOQ.ID bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. 

Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.

 

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada teman-teman lain yang masih memiliki kebiasaan buruk tentang uang dan membutuhkan bantuan perencana keuangan. Terima kasih.

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Referensi:

  • Fazjri Abdillah. 15 Desember 2022. Tips Jaga Keuangan Akhir Tahun dari Toxic Money Habit. finplan.id – https://shorturl.at/cjqIX
  • Admin. 11 April 2022. Harus Dihindari! 10 Kebiasaan Buruk dalam Mengatur Keuangan. gajigesa.com – https://shorturl.at/DGY36
  • Admin. 5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Kamu Tinggalkan Segera!. paydia.id – https://shorturl.at/rvH78
  • Admin. KEBIASAAN BURUK PENYEBAB UANGMU HABIS BEGITU SAJA. sikapiuangmu.ojk.go.id – https://shorturl.at/lEW38
  • Rindi Salsabilla. 27 Juli 2023. Jarang Disadari, 5 Kebiasaan Ini Bikin Anda Susah Kaya. cnbcindonesia.com – https://shorturl.at/cvAJW
  • Fifi Nurfitrianti. 26 Agustus 2021. 6 Toxic Money Habit yang Harus Disadari untuk Keuangan Lebih Sehat. jenius.com – http://tinyurl.com/bdcncs8n

10 Kebiasaan Buruk Mengatur Keuangan yang Tak Kamu Sadari, Bahaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *