S&P 500: Mengungkap Peluang dan Risiko Pasar Global

Bagi teman-teman investor, sudahkah Anda mengetahui apa itu S&P 500? Lantas dapatkah kita mendapatkan peluang serta bagaimana risikonya?

Temukan informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!

 

Summary:

  • Cara kerja S&P 500 yaitu memilih 500 perusahaan besar dari NYSE dan NASDAQ berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan sektor industri, dengan bobot ditentukan oleh kapitalisasi pasar masing-masing perusahaan.
  • Rumus perhitungan S&P 500 melibatkan harga saham, jumlah saham beredar, dan faktor penyesuaian untuk peristiwa korporasi, dengan perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, dan Amazon memiliki bobot tinggi.
  • Untuk berinvestasi di S&P 500, investor dapat membeli saham dari dana indeks atau ETF yang melacak kinerja S&P 500, seperti SPDR S&P 500 ETF (SPY) dan Vanguard S&P 500 ETF (VOO).

 

Apa Itu S&P 500?

Sobat HOOQ.ID, dalam pasar saham, ada banyak istilah yang mungkin masih awam di kalangan investor pemula, salah satunya S&P 500.

Sudahkah Anda mengetahui tentang istilah ini?

S&P 500, atau Standard & Poor’s 500, adalah salah satu indeks pasar saham paling terkenal di dunia yang mewakili 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar.

Indeks ini dirancang untuk menjadi indikator utama kinerja ekonomi AS, mencerminkan kondisi pasar saham secara keseluruhan. Indeks ini mencakup berbagai sektor industri, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif tentang kesehatan pasar saham.

[Baca Juga: Cara Beli Saham BCA, Cari Cuan Lewat Investasi Saham]

 

Bagaimana Cara Kerja S&P 500?

S&P 500 bekerja dengan memilih 500 perusahaan besar yang terdaftar di bursa saham AS, seperti NYSE dan NASDAQ. Perusahaan-perusahaan ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu, termasuk kapitalisasi pasar, likuiditas, dan sektor industri.

Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga saham perusahaan dengan jumlah saham yang beredar.

Setiap perusahaan dalam S&P 500 memiliki bobot yang ditentukan oleh kapitalisasi pasarnya, artinya perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih besar akan memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan indeks.

[Baca Juga: Mau Beli Saham Luar Negeri? Ketahui Cara dan Risikonya di Sini!]

 

Rumus Perhitungan S&P 500

Dalam melakukan perhitungan, indeks ini memiliki rumus yang cukup kompleks dengan mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • Harga saham setiap perusahaan konstituen
  • Jumlah saham yang beredar untuk setiap perusahaan
  • Faktor penyesuaian untuk peristiwa korporasi seperti merger dan akuisisi.

 

Apple, Microsoft, dan Amazon – tiga perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar $ 1 triliun – memiliki bobot tinggi dalam S&P 500, sehingga pergerakan saham mereka memengaruhi S&P 500 lebih banyak daripada yang dilakukan oleh perusahaan yang kurang bernilai.

Untuk menghitung proporsi bobot yang dimiliki perusahaan tertentu dalam S&P 500, bagilah kapitalisasi pasar perusahaan dengan kapitalisasi pasar totalnya.

Sobat HOOQ.ID, pada dasarnya berinvestasi saham memerlukan strategi dan perhitungan yang matang supaya kita bisa memperoleh keuntungan sesuai tujuan keuangan yang kita inginkan.

Akan tetapi, banyak dari investor yang sering mengalami kebuntuan dalam hal ini, alhasil investasi yang dilakukan berdasarkan asumsi dan tak kunjungi mendulang profit. Apakah Anda salah satu yang sedang mengalami hal demikian?

Jangan khawatir, Anda bisa berdiskusi langsung bersama Perencana Keuangan HOOQ.ID melalui Program Pendampingan Investasi (Bookplan).

Melalui layanan ini, HOOQ.ID hadir membantu Anda dalam merancang strategi investasi, memberikan rekomendasi, hingga membantu Anda dalam action plan-nya.

Cocok bagi Anda yang saat ini memiliki tujuan keuangan di masa depan hingga menumbuhkan aset kekayaan yang saat ini dimiliki. Jadi, langsung saja hubungi melalui WhatsApp 0851 5866 2940, cek juga layanannya dengan klik banner di bawah ini!

bookplan

 

Sejarah S&P 500

S&P 500 diluncurkan pada 4 Maret 1957 oleh Standard & Poor’s. Indeks ini dirancang untuk menggantikan indeks sebelumnya yang hanya mencakup 90 perusahaan. Dengan mencakup 500 perusahaan, indeks ini memberikan cakupan yang lebih luas dan representatif terhadap pasar saham AS.

Sejak peluncurannya, S&P 500 telah menjadi salah satu indikator utama kinerja pasar saham dan ekonomi AS.

 

Saham yang Termasuk ke Dalam Indeks S&P

Lantas, saham apa sajakah yang termasuk ke dalam indeks ini?

Saham yang termasuk dalam indeks ini adalah perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di bursa saham AS dengan kapitalisasi pasar yang tinggi.

Beberapa contoh perusahaan yang termasuk dalam indeks ini adalah1:

  • Facebook Inc (Meta Platform): 2,5%
  • Alphabet Inc. (Google) Class A: 2%

 

Pemilihan saham didasarkan pada kriteria ketat yang mencakup kapitalisasi pasar, likuiditas, dan sektor industri.

 

Komparasi S&P 500 dengan Kompetitor

Seperti yang kita ketahui, dalam indeks saham ini memiliki beberapa kompetitor seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA)), hingga Nasdaq.

Berikut ini adalah komparasi antara S&P 500 dengan para kompetitornya2.

 

#1 S&P 500 vs Dow Jones Industrial Average (DJIA)

S&P 500 mencakup 500 perusahaan besar dari berbagai sektor, memberikan cakupan yang lebih luas dibandingkan DJIA yang hanya mencakup 30 perusahaan besar.

S&P 500 menggunakan bobot kapitalisasi pasar, sedangkan DJIA menggunakan bobot harga saham, yang berarti saham dengan harga lebih tinggi memiliki pengaruh lebih besar dalam DJIA.

S&P 500

Ilustrasi S&P 500. Sumber: Freepik

 

#2 S&P 500 vs Nasdaq

Nasdaq Composite mencakup lebih dari 3.000 saham, banyak di antaranya adalah perusahaan teknologi dan berkapitalisasi kecil hingga menengah. S&P 500 lebih terdiversifikasi secara sektoral dibandingkan Nasdaq yang lebih berat pada teknologi.

 

#3 S&P 500 vs Russell Indexes

Russell 2000 adalah indeks yang mencakup 2.000 perusahaan berkapitalisasi kecil, sementara S&P 500 mencakup perusahaan berkapitalisasi besar.

Russell 2000 lebih fokus pada perusahaan-perusahaan kecil yang mungkin memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan besar dalam S&P 500.

 

Bagaimana Cara Berinvestasi di S&P 500?

Nah, melihat penjelasan di atas, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di S&P 500? Jika iya Anda perlu mengetahui cara berinvestasi di S&P 500.

Untuk bisa berinvestasi di indeks saham ini, Anda bisa membeli saham-sahamnya dari dana indeks (index fund) atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang melacak kinerja indeks ini.

Beberapa contoh ETF yang populer adalah SPDR S&P 500 ETF (SPY) dan Vanguard S&P 500 ETF (VOO).

Namun, jangan lupa untuk diskusikan pada ahli agar investasi yang Anda lakukan mendapatkan keuntungan maksimal. Hubungi dan buat janji konsultasi dengan Perencana Keuangan HOOQ.ID melalui WhatsApp 0851 5866 2940.

Tonton juga video ini untuk panduan dapatkan keuntungan saham.

 

Itulah penjelasan seputar strategi S&P 500. Jangan segan untuk share artikel ini supaya semakin banyak orang yang memperoleh informasinya!

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Gambar:

Referensi Tambahan

  1. James Royal, Ph.D. 27 Maret 2024. What is the S&P 500?. Bankrate.com[↩]
  2. Will Klenton. 2 September 2023. S&P 500 Index: What It’s for and Why It’s Important in Investing. Investopedia.com[↩]

S&P 500: Mengungkap Peluang dan Risiko Pasar Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *